DBD, Chikungunya dan ILP Jadi Topik Bahasan Mini Lokakarya IV Puskesmas Pragaan

  • Dec 24, 2025
  • KIM PRAGAAN
  • PRAGAAN

KIMPRAGAAN, PRAGAAN - Ada beberapa topik isu yang diangkat dalam Mini Lokakarya Triwulan Wulan IV Puskesmas Pragaan yang dilaksanakan tadi pagi Rabu (24/12/2025) di Aula Puskesmas Pragaan, antara lain DBD, Cikungunya dan ILP.

Kepala Puskesmas Pragaan H. Baharuddin Mutheri mengatakan bahwa kegiatan Mini Lokakarya ini adalah amanah dari regulasi untuk melaksanakan mini lokakarya bersama tokoh masyarakat dan lintas sektor setiap tiga bulan sekali.

Bahar mengatakan bahwa DBD adalah penyakit yang disebabkan infeksi virus dengue. Ini penyakit akut dengan manifestasi klinis perdarahan yang menimbulkan syok yang bisa berujung kematian. 

"Pencegahan dari dulu kita harus memperhatikan 3 M (menguras, menutup mendaur ulang)," ucapnya memaparkan materi.

Beliau mengimbau agar warga segera datang ke Puskesmas bila ada gejala.

"Yang sering terjadi pasien datang ke Puskesmas datang dalam keadaan panas, belum terdeteksi dari awal," ungkapnya.

Deteksi dini pada penyakit DBD ini sangat diperlukan agar tidak timbul hal hal yang tidak diinginkan.

Nyamuk penyebab demam, katanya, hidupnya di air bersih, misalnya bak mandi yang tidak dikuras. 

"Harusnya setiap minggu bak mandi dikuras, atau pelihara ikan di bak mandi," jelasnya.

Penyakit lainnya yang dijelaskan adalah Chikungunya. Chikungunya katanya hampir sama dengan DBD, penyebabnya virus yang ditandai dengan demam dan nyeri sendi secara mendadak. 

Gejala pada beberapa kasus, tidak menimbulkan gejala apapun, gejalanya yang timbul 3-7 hari setelah tergigit oleh nyamuk pembawa virus. 

Gejala yang timbul umumnya demam tinggi mendadak, nyeri sendi dan otot yang parah, sakit kepala, lemas, serta munculnya ruam kemerahan di tubuh, yang bisa bertahan lama meski demam hilang, seringkali mirip demam berdarah namun dengan nyeri sendi yang lebih kuat.

Beliau memaparkan data bahwa kasus Chikungnya per tanggal 21 Desember 2025 di kecamatan Peagaan, sudah ada puluhan orang yang terkena.

Sementara penjelasan tentang Posyandu ILP disebutnya merupakan pengembangan dari Posyandu yang ada. Semua terintegrasi dari siklus hidup, semua umur yang harus hadir di Posyandu. 

Manfaatnya dengan ILP ini akses mudah, deteksi dini, pencegahan dan peningkatan kualitas SDM. 

Sementara Kendalanya, lembar kartu bantu pada saran yang terlalu banyak, lembaran kunjungan rumah pada saran juga banyak, PMT lokal diberikan pada sasaran yang datang ke Posyandu setiap bulannya, keterbatasan meja pelayanan dll.

"Kita berharap Kades dapat menghidupkan Posyandu ILP. Posyandu bukan hanya milik Puskesmas tapi milik desa." Ucapnya. (sny-zbr)