Minlok Puskesmas Pragaan Bangun Kekuatan Tangani TBC

  • Jun 11, 2026
  • KIM PRAGAAN
  • PRAGAAN

KIMPRAGAAN.ID Kepuskesmas Pragaan H. Baharuddin Mutheri dalam Minlok tadi pagi membangun kesamaan pandang dan penanganan Tubercolusis dengan skrining TBC. 

 

Dalam penjelasannya Baharuddin menyampaikan bahwa SSTB (screening sistematis tuberkulosis) merupakan kebijakan propinsi Jatim dalam pelacakan dan deteksi dini TBC secara aktif oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan, yang menyasar masyarakat beresiko tinggi.

 

"Tujuan meningkatkan penemuan kasus TB dan memutus rantai penularan TBC," jelasnya.

 

Sasarannya adalah kontak serumah, kontak erat, orang yang bergejala TB, orang demam DM (diabetes militus),

orang yang bergizi buruk.

 

"Sudah dua kali mengadakan kegiatan di Prenduan dan di Karduluk. Hanya masih ada yang melakukan penolakan," ungkapnya, Kamis (11/06/2026).

 

Bagi penderita obat TBC harus diminum tiap hari selama 6 bulan agar tidak resisten obat. TBC Resisten Obat (TB-RO) adalah kondisi di mana bakteri penyebab tuberkulosis telah kebal terhadap obat anti-TBC (OAT) standar yang biasa digunakan. 

 

"Akibatnya, obat-obatan standar tidak lagi mampu membunuh bakteri, sehingga infeksi menjadi lebih sulit dan rumit untuk diobati," tambahnya.

 

Bagi keluarga penderita TBC, perlu ada pengawasan ketat pada penderita. 

 

"Dengan saling bahu membahu menguatkan dan sosialisasi, diharapkan ada penurunan signifikan di Jawa Timur nantinya," ungkapnya. (sny-zbr)